Penjualan Beras SPHP Bulog Nabire Tembus 1.800 Ton
Kepala Perum Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, menjelaskan keberhasilan perluasan jangkauan ini tidak lepas dari partisipasi aktif para pedagang lokal.
Pencarian
83 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Kepala Perum Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, menjelaskan keberhasilan perluasan jangkauan ini tidak lepas dari partisipasi aktif para pedagang lokal.
Kalau Beraskita Premium ini sudah over target. Targetnya sekitar Rp5,4 miliar, sekarang realisasinya sudah Rp8 miliar lebih,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026).
Bantuan beras tersebut diserahkan Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Otto Alom, di Ilaga, Senin (28/9/2026).
Penyaluran ini difokuskan khusus bagi warga negara Republik Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Nabire dan mengalami musibah kebakaran akibat kemarau panjang.
Yohan Marei menjelaskan, pihak kelurahan akan segera mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan para ketua RT setempat. Koordinasi ini dinilai sangat penting untuk memvalidasi data penerima di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih.
Bantuan ini diberikan sebagai langkah cepat tanggap pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan masyarakat yang terdampak fenomena kekeringan atau El Nino. Selama dua bulan terakhir, wilayah Kabupaten Nabire memang merasakan dampak signifikan dari perubahan iklim tersebut terhadap ketersediaan pangan warga.
Pihak distrik memfokuskan penyaluran bantuan pasokan air bersih di dua kelurahan yang menjadi target utama koordinasi.
Pemerintah Distrik Nabire bersama pihak transporter wilayah Provinsi Papua Tengah, yang menangani logistik, yakni PT. Jasa Prima Logistik, mengambil langkah tegas untuk memastikan bantuan pangan pemerintah tepat sasaran.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire memastikan penyaluran beras Biofortifit akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.
Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Dogiyai. Musim kemarau berkepanjangan membuat tanaman kebun warga mengering dan mengancam ketersediaan pangan, terutama di Distrik Piyaiye dan Distrik Sukikai Selatan.