Penjualan Beraskita Bulog Nabire Tembus Rp8 Miliar
Kalau Beraskita Premium ini sudah over target. Targetnya sekitar Rp5,4 miliar, sekarang realisasinya sudah Rp8 miliar lebih,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026).

NABIRE – Perum Bulog Cabang Nabire, Papua Tengah, mencatatkan kinerja penjualan yang sangat positif untuk produk beras premium merek Beraskita. Capaian nilai penjualan produk ini berhasil melampaui target tahunan yang telah ditetapkan sebelumnya secara signifikan.
Hingga pertengahan Oktober 2026, total nilai penjualan Beraskita Premium tercatat telah menembus angka lebih dari Rp8 miliar. Angka tersebut mencapai sekitar 135 persen dari target awal perusahaan yang dipatok sebesar Rp5,4 miliar.
Kepala Perum Bulog Cabang Nabire, Abdul Azis, menyampaikan apresiasinya atas penerimaan masyarakat dan mitra terhadap produk tersebut. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa distribusi pangan berkualitas di wilayah Nabire berjalan dengan sangat baik dan lancar.
“Kalau Beraskita Premium ini sudah over target. Targetnya sekitar Rp5,4 miliar, sekarang realisasinya sudah Rp8 miliar lebih,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026).
Abdul Azis menjelaskan, penetapan target untuk produk Beraskita Premium dihitung berdasarkan nilai rupiah, bukan dari volume tonase beras. Skema penjualannya juga berbeda dengan beras komersial biasa maupun program pemerintah lainnya.
Beraskita dipasarkan menggunakan skema bisnis ke bisnis (business-to-business). Hal ini membedakannya dari beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang difokuskan khusus untuk intervensi stabilitas harga pasar secara langsung.
Tingginya angka penjualan tersebut juga didorong oleh lonjakan permintaan bantuan pangan. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan logistik bagi masyarakat yang terdampak musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Papua Tengah.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam, Bulog menyediakan produk ini dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 5 kilogram, 10 kilogram, hingga 50 kilogram. Ada pun harga jualnya tetap dijaga agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.800 per kilogram.
Harga yang ditawarkan Bulog ini tergolong sangat kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat setempat. Pasalnya, harga Beraskita Premium tercatat lebih hemat sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram jika dibandingkan dengan merek beras premium lain yang didatangkan dari luar daerah.
Melalui kemitraan dengan 46 mitra lokal serta partisipasi aktif dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Hari Pangan Sedunia 2026, Bulog berharap ketersediaan pangan berkualitas ini dapat terus menjaga stabilitas pasokan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Nabire. (sam)
Bagikan artikel ini



