El Nino Hantam Piyaiye, Bantuan Beras Disiapkan Lewat Helikopter
Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Dogiyai. Musim kemarau berkepanjangan membuat tanaman kebun warga mengering dan mengancam ketersediaan pangan, terutama di Distrik Piyaiye dan Distrik Sukikai Selatan.

DOGIYAI — Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Dogiyai. Musim kemarau berkepanjangan membuat tanaman kebun warga mengering dan mengancam ketersediaan pangan, terutama di Distrik Piyaiye dan Distrik Sukikai Selatan.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Dogiyai bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera turun tangan menyalurkan bantuan pangan bagi warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tokoh intelektual asal Piyaiye, Yohanes Piyaiyepai Magai, mengatakan kondisi masyarakat di dua distrik tersebut membutuhkan perhatian serius dan langkah cepat pemerintah.
Ia menyampaikan hal itu saat ditemui sejumlah media di Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, pada Senin (7/9/2026).
Menurut Magai, sejumlah kampung di Distrik Piyaiye yang terdampak antara lain Kampung Yegeiyepa, Apogomakida, Tibaugi, Egipa, Deneiode, Ideduwa, Ukagu dan Kegata. Sementara di Distrik Sukikai Selatan meliputi Kampung Sukikai/Saikonai, Wosokunu, Iyaro dan Unito.
Sebanyak 12 kampung di dua distrik tersebut, kata dia, membutuhkan bantuan pangan seperti beras, mi instan, minyak goreng, garam dan kebutuhan pokok lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak El Nino, khususnya di wilayah distrik terjauh dan sulit dijangkau,” tegas Magai.
Medan Sulit, Helikopter Jadi Pilihan
Magai menjelaskan, persoalan utama dalam penyaluran bantuan bukan hanya jarak, tetapi juga kondisi geografis. Akses kendaraan darat menuju sejumlah kampung di Piyaiye dan Sukikai Selatan hingga kini masih sangat terbatas.
Karena itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan penggunaan helikopter agar bantuan pangan dapat segera menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan hanya bantuan dikirim, tetapi harus dipastikan sampai kepada masyarakat. Karena kondisi geografis sangat sulit dan sementara belum bisa dijangkau kendaraan darat. Di beberapa kampung harus menggunakan pesawat terbang. Karena itu, kami meminta beras diturunkan menggunakan helikopter supaya pembagiannya benar-benar kena sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan penanganan dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi masyarakat apabila musim kemarau terus berlangsung dan hasil kebun tidak dapat dipanen.
Ia berharap Pemkab Dogiyai segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memastikan bantuan pangan dapat diberangkatkan secepat mungkin.
Jangan Tunggu Krisis Membesar
Magai menilai bantuan pangan perlu diberikan sebagai langkah tanggap darurat terhadap dampak El Nino, sekaligus mencegah masyarakat di wilayah terpencil mengalami krisis pangan yang lebih serius.
Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi memastikan masyarakat di kampung-kampung terpencil juga mendapat perlindungan dan perhatian yang sama.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai diharapkan segera melakukan koordinasi dan bergerak cepat menyalurkan bantuan ke Piyaiye dan Sukikai Selatan, dengan memperhatikan kondisi medan serta memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat terdampak.
Bagi warga di wilayah pegunungan yang aksesnya terbatas, bantuan pangan bukan sekadar program pemerintah. Di tengah kebun yang mengering dan musim yang belum bersahabat, beras dan kebutuhan pokok menjadi penyangga kehidupan yang sangat dinantikan. (ist)
Bagikan artikel ini



