Apresiasi Penyelamatan di Jila, Lemasko Desak KKB Hentikan Kekerasan Terhadap Sipil
Pernyataan tersebut disampaikan Marianus pada Minggu (20/9/2026). Ia menegaskan respons cepat dan keberhasilan evakuasi yang dilakukan aparat keamanan merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua.

TIMIKA – Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Marianus Maknaipeku, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dalam menyelamatkan warga dari penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB/TPNPB-OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
Pernyataan tersebut disampaikan Marianus pada Minggu (20/9/2026). Ia menegaskan respons cepat dan keberhasilan evakuasi yang dilakukan aparat keamanan merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua.
“Selaku Wakil Ketua I Lemasko, saya mengapresiasi kinerja Satgas Damai Cartenz yang selama ini telah bekerja keras untuk masyarakat Papua. Berkat mereka, stabilitas keamanan terjaga sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang,” ujar Marianus.
Menurut Marianus, keselamatan warga sipil di atas segalanya. Setiap orang berhak hidup layak dan berkumpul bersama keluarga tanpa dihantui rasa takut. Ia juga meminta TNI dan Polri untuk tidak segan-segan menindak tegas para pelaku kriminal yang kerap mengganggu kedamaian di bumi Papua.
“Kami berharap aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan upaya penegakan hukum dan menangkap para pelaku kejahatan sesuai aturan yang berlaku. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.
#Kecam Kekerasan pada Warga Sipil
Dalam kesempatan yang sama, Marianus mengecam keras aksi penyanderaan dan segala bentuk kekerasan yang menyasar masyarakat tidak berdampingan. Ia mendesak kelompok bersenjata yang masih menahan warga sipil untuk segera membebaskan mereka tanpa syarat.
“Tidak boleh ada kekerasan terhadap warga sipil! Kami mengecam tindakan tersebut dan meminta kelompok yang masih menyandera masyarakat untuk segera mengembalikan mereka ke keluarga. Biarkan mereka hidup layak, mendapatkan makanan, dan hidup dengan aman,” cetusnya.
Di akhir penyataannya, tokoh adat Kamoro ini mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mimika untuk bersatu menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan.
Menurutnya, menciptakan Papua yang aman bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama melalui sinergi yang kuat antara tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah.
“Mari kita hidup damai, saling menghormati dan berdampingan. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Papua yang aman dan kondusif,” pungkasnya. (Humas ODC/wan)
Bagikan artikel ini



