Tingkatkan Reboisasi, Gubernur Meki Bantu 10 Ribu Bibit Cemara
Pemberian bantuan bibit pohon Cemara, sesuai janji Gubernur Meki Nawipa, ketika kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Papua Tengah kedua tahun 2026, belum lama ini di Deiyai.
Pencarian
657 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Pemberian bantuan bibit pohon Cemara, sesuai janji Gubernur Meki Nawipa, ketika kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Papua Tengah kedua tahun 2026, belum lama ini di Deiyai.
“Atas nama Pemprov Papua Pegunungan mengucapkan terima kasih kepada BPN Jayawijaya yang telah menunaikan tugasnya dengan baik. Penyerahan sertifikat ini jelang hari Agraria ke 66 tahun ini,”ujarnya.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH menegaskan jabatan pimpinan tinggi pratama bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan pelayanan nyata kepada masyarakat.
Suasana santai namun penuh bobot emosional mewarnai Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, eks Bandara lama di Nabire pada Senin, 14 September 2026.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengajak para pimpinan lembaga gereja dari berbagai denominasi untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial dan pembangunan di Papua Tengah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan generasi muda di wilayah pedalaman.
Bantuan dana pembangunan gedung gereja yang diterima Pastor Paroki, Ketua Panitia, Ketua Dewan Paroki K3 Damabagata ini diberikan saat Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Meki Nawipa, di Deiyai, Selasa, 8 September 2026.
“Pelayanan kesehatan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Tengah,” ujat Gubernur Meki Nawipa.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyempatkan waktu berkunjung ke Puskesmas Tenedagi, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (8/9/2026).
Sengketa tapal batas Kapiraya antara wilayah Deiyai, Dogiyai, dan Mimika ditargetkan tuntas sebelum Desember 2026. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan penyelesaian akan mengutamakan batas adat sebagai pijakan utama, sekaligus meredam potensi ketegangan antarmasyarakat.