Tim Dinasdikjar Turun Cek Data Guru dan Perumahan di 3T
Ketika hal ini dikonfirmasikan Papuapos Nabire, Rabu (28/10/2026), kepada Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dra. Dina Pidjer, di sela–sela Upacara Hari Sumpah Pemuda di SMA Negeri 1 Nabire dirinya mengatakan, timnya lagi turun dan mendata jumlah guru, gedung sekolah yang rusak dan perumahan guru di semua sekolah yang berada di daerah 3T.

NABIRE - Sesuai dengan hasil pertemuan para kepala–kepala sekolah, Dinas Pendidikan bersama Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, di Aula Persada SMA Negeri 2 Nabire pada 14 Oktober 2026, di mana bupati meminta agar Dinas Pendidikan Nabire secepatnya membuat tim yang turun ke sekolah-sekolah daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T) untuk mendata jumlah guru, sekolah yang rusak dan perumahan guru.
Ketika hal ini dikonfirmasikan Papuapos Nabire, Rabu (28/10/2026), kepada Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dra. Dina Pidjer, di sela–sela Upacara Hari Sumpah Pemuda di SMA Negeri 1 Nabire dirinya mengatakan, timnya lagi turun dan mendata jumlah guru, gedung sekolah yang rusak dan perumahan guru di semua sekolah yang berada di daerah 3T.
“Untuk sementara ini datanya masih dikumpulkan dari masing–masing distrik dan kampung dan jika hasilnya sudah terkumpul semua, selaku kepala dinas bersama tim akan menyampaikan hasil atau data–data tersebut langsung kepada Bupati Nabire dan semuanya membutuhkan waktu, karena tim langsung turun ke sekolah–sekolah,” ujarnya.
Direncanakan, Pemerintah Kabupaten Nabire pada awal tahun pelajaran 2027/2028 mendatang, akan dilakukan pemerataan guru ke semua sekolah-sekolah, terutama sekolah yang berada di daerah 3T. Untuk itu, langkah pertama adalah pendataan guru untuk mendata guru di sekolah.
Dan pendataan ruangan kelas yang rusak bersama perumahan guru juga dilakukan di masing-masing sekolah, karena Pemkab Nabire telah berkomitmen untuk tahun 2027 mendatang lebih fokus membangun gedung kelas yang rusak dan juga pembangunan perumahan guru di sekolah yang berada di daerah 3T.
Sebab salah satu faktor guru tidak betah dan tinggal melaksanakan tugas di sekolah–sekolah daerah 3T, karena tidak ada tempat tinggal seperti rumah atau kopel guru dan apabila ada guru yang tinggal itu pun terpaksa harus menumpang di rumah–rumah masyarakat. Untuk itu, tim yang turun ini akan mendapatkan data yang benar dan pasti soal tenaga guru, kerusakan ruangan kelas dan perumahan guru. (des)
Bagikan artikel ini



