NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire secara resmi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kabupaten Nabire Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung dengan khidmat di Aula Hotel Carmel pada Selasa, (27/10/2026).

Acara pembukaan rapat koordinasi ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan penting di daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten III Sekretariat Daerah Bidang Administrasi Umum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, perwakilan Kepala Bappeda, serta unsur pimpinan rumah sakit dan puskesmas.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap kesehatan. Delegasi yang hadir meliputi pimpinan lembaga masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta sekitar 70 orang peserta dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutan pembukaannya, Asisten III Setda Kabupaten Nabire, Benoni Ayorbaba, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh delegasi.

Ia hadir untuk membacakan sambutan tertulis dari Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., yang menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam menangani masalah kesehatan di daerah.

Pemkab Nabire menegaskan, penanggulangan AIDS bukan sekadar tanggung jawab sektor kesehatan semata. Persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi keagamaan, lembaga sosial serta para pemangku kepentingan.

AIDS masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius dan kerja sama yang solid di Kabupaten Nabire. Oleh karena itu, penanganan tidak hanya berfokus pada aspek pengobatan medis, melainkan juga mencakup edukasi yang masif dan pencegahan yang terarah.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya deteksi dini, pendampingan yang humanis serta penghapusan stigma dan diskriminasi. Masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) berhak mendapatkan dukungan moral serta pelayanan kesehatan yang layak tanpa rasa takut atau malu.

Ketua KPA Kabupaten Nabire, sekaligus ketua panitia pelaksana, Yonni Lamech Jimclif, dalam laporan kegiatannya menyampaikan rapat ini bertujuan untuk menyatukan langkah. Penyelenggaraan kegiatan di Hotel Kintamani, Siriwini, ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta diajak untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat komunikasi antarlembaga. Tujuannya agar setiap program yang dirancang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan secara efektif.

Edukasi berkelanjutan juga menjadi poin krusial yang harus disampaikan secara bijak kepada masyarakat luas. Pesan-pesan pencegahan perlu disebarluaskan melalui lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat ibadah hingga kegiatan kemasyarakatan dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami.

Pertemuan penting ini turut merumuskan sejumlah langkah konkrit untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan yang telah berjalan. Para peserta bersama-sama menyusun rencana kerja tahun 2026–2027 yang lebih terukur, jelas, serta sesuai dengan kondisi objektif masyarakat Kabupaten Nabire.

Selain itu, penguatan sistem koordinasi dan pertukaran informasi antar pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan. Aspek kerahasiaan data pribadi serta privasi informasi kesehatan setiap individu tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama dengan penuh tanggung jawab.

Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Nabire Tahun 2026 ini secara resmi dibuka oleh Asisten III Setda Kabupaten Nabire. Pembukaan ditandai dengan ucapan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan demi kebaikan masyarakat.

Pemkab Nabire berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan sungguh-sungguh dan berorientasi pada solusi nyata.

“Mari bersama-sama membangun daerah yang menjunjung tinggi kepedulian, kesetaraan, serta perlakuan yang adil dan bermartabat bagi setiap warga,” tandasnya. (sam)