Pemprov Papua Tengah dan Bank Papua Resmikan Kerja Sama Program BANGKIT 2026
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah bersama jajaran pimpinan tertinggi PT Bank Papua, meliputi Direktur Utama dan Direktur Operasional.

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mengandeng PT Bank Papua untuk mendukung pelaksanaan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Papua Tengah. Langkah strategis ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (4/11/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah bersama jajaran pimpinan tertinggi PT Bank Papua, meliputi Direktur Utama dan Direktur Operasional. Kehadiran para pihak menjadi bentuk komitmen nyata dalam menyukseskan program prioritas daerah tersebut.
Selain pimpinan tingkat provinsi dan pusat, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Pengelola Program (TPP) BANGKIT dari empat kabupaten penerima program. Para Kepala Cabang Bank Papua dari Kabupaten Paniai, Puncak Jaya (Mulia), Intan Jaya dan Dogiyai juga hadir secara penuh.
Ketua TPP BANGKIT Papua Tengah yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi, S.STP, M.Si., menyampaikan agenda hari ini mencakup dua kegiatan besar yang saling berkesinambungan.
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan penandatanganan MoU antara Gubernur dan Direktur Utama Bank Papua pada pagi hari. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara TPP Provinsi Papua Tengah dan para Kepala Cabang Bank Papua dari empat kabupaten pilot project.
Usai proses penandatanganan, seluruh pihak langsung menggelar rapat penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Pembahasan ini difokuskan pada pemantapan mekanisme teknis di lapangan agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam forum kesepakatan tersebut, dirumuskan tiga poin utama, yakni jadwal pembukaan buku rekening Bank Papua bagi para penerima manfaat, waktu pelaksanaan pembayaran, serta penentuan lokasi titik pembayaran (payment point).
Elieser Yogi menekankan pentingnya pembentukan titik pembayaran khusus mengingat kondisi geografis dan keterbatasan aksesibilitas di beberapa wilayah kabupaten. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang tinggal jauh dari kantor cabang tetap dapat menjangkau layanan dengan mudah.

“Artinya, masing-masing daerah menyusun rencana dan waktu yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, serta kesiapan di lapangan atau di kabupaten masing-masing,” kata Elieser Yogi saat memberikan keterangan di Aula RRI Nabire, Rabu (4/11/2026).
Pihaknya menargetkan seluruh proses persiapan hingga pembayaran tahap pertama sudah dapat diimplementasikan di empat kabupaten tersebut paling lambat pada akhir November 2026.
Dengan demikian, memasuki minggu pertama atau kedua bulan Desember 2026, fokus kegiatan tim dapat beralih pada tahap pelaporan administrasi dan evaluasi pelaksanaan program secara menyeluruh.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur, total terdapat 4.000 penerima manfaat program BANGKIT Papua Tengah. Setiap kabupaten pilot project mendapatkan alokasi kuota sebanyak 1.000 penerima manfaat.
“Mulai dari pembukaan rekening, sosialisasi kepada penerima manfaat yang sudah terdata, hingga penentuan titik pembayaran terus kita matangkan. Kami sangat optimis pelaksanaan program ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dan kehadiran seluruh pemangku kepentingan hari ini,” pungkas Elieser Yogi. (amd)
Bagikan artikel ini



