NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka Papua Reggae Festival (PRF) ke-11 Tahun 2026 di Kabupaten Nabire. Festival seni, budaya, dan musik ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menyuarakan perdamaian serta memperkuat identitas budaya Orang Asli Papua (OAP).

Pembukaan festival dihadiri langsung Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, bersama Ketua Papua Reggae Festival dan jajaran panitia. Turut hadir para tokoh adat, tokoh budaya, tokoh masyarakat, pegiat seni, musisi, seniman, serta kelompok band reggae dari berbagai wilayah, termasuk Lembah Baliem, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Kabupaten Nabire sebagai tuan rumah, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Fritz Nawipa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, musisi, seniman dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Papua Reggae Festival ke-11.

Menurutnya, musik reggae memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan perdamaian, membangun kebersamaan, dan menjaga identitas budaya masyarakat Papua.

“Musik reggae bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, menyampaikan pesan perdamaian, dan memperkuat identitas budaya orang Papua,” ujar Meki Nawipa di hadapan ribuan penonton.

Ia berharap festival tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan inovasi melalui seni dan musik.

Selain itu, penyelenggaraan PRF ke-11 diharapkan membuka peluang lebih luas bagi musisi lokal, pelaku seni, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan potensi budaya Papua Tengah kepada masyarakat luas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan musik reggae dan kreativitas musisi lokal, Gubernur Meki Fritz Nawipa secara pribadi mengumumkan pemberian uang pembinaan bagi para pemenang lomba musik dalam festival tersebut.

Adapun hadiah yang disiapkan terdiri atas Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk juara kedua, dan Rp20 juta untuk juara ketiga. Dengan demikian, total hadiah yang diumumkan mencapai Rp100 juta.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memotivasi para musisi untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas penampilan, serta melahirkan talenta-talenta baru yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan Papua Reggae Festival agar dapat terus berkembang sebagai agenda seni dan budaya yang berkualitas pada tahun-tahun mendatang.

Kabupaten Nabire dinilai memiliki potensi untuk terus menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta musik reggae, seniman, dan musisi dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

Rangkaian pembukaan Papua Reggae Festival ke-11 Tahun 2026 ditandai dengan prosesi pelepasan balon ke udara yang dilakukan Gubernur Meki Nawipa bersama unsur pimpinan daerah dan panitia.

Prosesi tersebut disambut antusias oleh ribuan penonton yang memadati lokasi kegiatan. Suasana festival berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan.

Melalui festival ini, diharapkan musik reggae tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan masyarakat, menjaga kekayaan budaya Papua, serta mendorong pertumbuhan kreativitas dan ekonomi masyarakat di Papua Tengah. (luk)