Dorong Kemandirian Ekonomi OAP, Disnakertrans Gelar Pelatihan Tata Boga
Pembukaan Diklat ini dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Nabire, Benoni Ayorbaba, S.Sos., yang hadir mewakili Bupati Nabire, Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire Marselinus Rae, S.Pd., perwakilan pihak sekolah, para instruktur serta jajaran panitia penyelenggara.

NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire resmi membuka kegiatan Pelatihan Tata Boga bagi Orang Asli Papua (OAP) tahun anggaran 2026. Kegiatan yang diikuti 58 peserta terpilih ini dilangsungkan di Aula dan Laboratorium Tata Boga SMK Negeri 1 Nabire, Senin (2/11/2026).
Pembukaan Diklat ini dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Nabire, Benoni Ayorbaba, S.Sos., yang hadir mewakili Bupati Nabire, Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire Marselinus Rae, S.Pd., perwakilan pihak sekolah, para instruktur serta jajaran panitia penyelenggara.
Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Nabire, menegaskan pentingnya orientasi hasil setelah pelatihan selesai. Ia berharap para peserta tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi wirausahawan kuliner yang profesional.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini selesai, bisa menghasilkan ibu-ibu yang profesional dan sukses. Ilmu kita sudah dilengkapi dengan alat kerja yang sudah diberikan, tinggal bagaimana kita mengusahakannya untuk menghasilkan uang dan meningkatkan ekonomi keluarga," ujar Marselinus.
Sementara itu, Ketua Panitia Tience Pigome, S.Sos., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa peserta terdiri atas 58 orang OAP dari berbagai latar belakang pencari kerja dan masyarakat umum. Pelatihan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional serta UU Otonomi Khusus Papua.
“Pelatihan dilaksanakan selama enam hari kerja mulai 2 hingga 7 November 2026. Selain materi tata boga, pemerintah daerah melalui Disnakertrans juga memberikan bantuan peralatan kerja lengkap seperti mixer listrik, oven, kompor, timbangan digital, hingga cetakan kue kepada para peserta,” jelas Tience.
Pihak sekolah menyambut antusias program tersebut. Wakasek Sarana dan Prasarana SMK Negeri 1 Nabire, Gretha W. Da Costa, menyatakan kesiapan fasilitas sekolah untuk mendukung penuh jalannya pelatihan. Dua laboratorium serta dua ruang kelas telah disiapkan, didampingi oleh instruktur profesional dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
“Kami menyediakan fasilitas terbaik bagi adik-adik semua. Simak dengan baik ilmu yang diberikan, lalu kembangkan untuk masa depan. Tempat adik-adik berupaya ada di sini dan SMK 1 siap membantu,” ungkap Gretha.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakan oleh Asisten III Benoni Ayorbaba. Dalam arahannya, bupati mengapresiasi langkah Disnakertrans dalam membekali OAP dengan keterampilan mandiri guna menghadapi peluang besar di sektor kuliner.

Suasana kegiatan mendadak menjadi interaktif ketika Asisten III Benoni Ayorbaba membuka sesi dialog langsung dengan memanggil beberapa peserta ke depan untuk berbagi pengalaman wirausaha mereka. Sejumlah peserta antusias menceritakan kisah sukses kecil mereka dalam merintis usaha rumahan.
Christina Mote, salah satu peserta yang kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek, mengaku aktif memproduksi aneka roti dan keladi tumbuk untuk pesanan warga. Cerita serupa disampaikan Deniyana, yang sukses membiayai pendidikan anak-anaknya lewat berjualan donat dan nasi kuning, serta peserta lainnya yang telah memiliki basis pelanggan kue di berbagai wilayah Nabire.
Melalui sinergi antara pembekalan materi, penyediaan fasilitas laboratorium, serta distribusi alat kerja, Pemerintah Kabupaten Nabire optimistis program Otsus ini mampu mencetak srikandi-srikandi OAP yang mandiri, produktif dan berdaya saing tinggi di bidang kuliner. (sam)
Bagikan artikel ini



