ILAGA – Di tengah keterbatasan akses pendidikan yang masih menjadi tantangan di wilayah pegunungan Papua, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) terus didorong. Dari Ilaga, Kabupaten Puncak, upaya itu kembali ditegaskan melalui kunjungan dan pendampingan Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah kepada Pokja Bunda PAUD Kabupaten Puncak.

Kegiatan yang berlangsung di TK Negeri Ilaga, Rabu (14/10/2026), bukan sekadar agenda kunjungan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melihat lebih dekat kondisi satuan PAUD sekaligus memetakan kebutuhan pendidikan anak-anak usia dini di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, Apolonaris Yogi, mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan pelayanan pendidikan anak usia dini.

“Kunjungan ini adalah langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam meningkatkan pelayanan PAUD,” ujarnya.

Menurut Apolonaris, penguatan layanan PAUD tidak dapat dilakukan hanya dengan membangun gedung sekolah. Lebih dari itu, diperlukan pemetaan kebutuhan, ketersediaan tenaga pendidik, kesiapan lahan hingga kesinambungan program agar anak-anak di wilayah sasaran benar-benar mendapatkan ruang belajar yang layak.

Dalam pertemuan tersebut, Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah bersama Pokja Bunda PAUD Kabupaten Puncak membahas pemetaan lokasi PAUD berdasarkan surat yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Dari empat lokasi yang telah teridentifikasi, tiga di antaranya direncanakan untuk ditindaklanjuti oleh tim Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah.

Pengembangan layanan PAUD di wilayah Ilaga dan Gome turut menjadi perhatian. Untuk rencana pembangunan satuan PAUD baru, tahapan awal akan diarahkan pada penentuan lokasi sekaligus pengurusan sertifikat tanah.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan PAUD memiliki dasar yang jelas dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Bukan Sekadar Bangun Gedung

Namun, tantangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Puncak tidak berhenti pada persoalan infrastruktur.

Ketersediaan dan kualitas tenaga pendidik menjadi pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian serius.

Apolonaris menyampaikan bahwa Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah berharap terbukanya peluang beasiswa pendidikan sarjana bagi calon guru PAUD. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi keterbatasan tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Puncak.

“Bunda PAUD Provinsi berharap adanya peluang beasiswa pendidikan sarjana bagi calon guru PAUD untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Puncak,” tambahnya.

Gagasan tersebut menjadi penting karena pendidikan anak usia dini membutuhkan tenaga pendidik yang tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Di wilayah dengan akses pendidikan yang terbatas, keberadaan seorang guru PAUD bahkan dapat menjadi pintu pertama seorang anak mengenal lingkungan belajar secara teratur.

Ketika Ruang Belajar Tak Harus Menunggu Gedung

Di sisi lain, kebutuhan terhadap ruang belajar yang aman dan layak juga menjadi perhatian.

Tim Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah merencanakan penyediaan tenda atau pondok darurat di sejumlah lokasi sasaran. Langkah ini menjadi alternatif agar proses pembelajaran anak-anak tetap dapat berlangsung sambil menunggu tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih permanen.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan pendidikan tidak harus selalu menunggu seluruh persoalan infrastruktur selesai.

Di tengah kondisi geografis dan keterbatasan akses, solusi sementara dapat menjadi jembatan agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan untuk belajar.

Provinsi dan Kabupaten Harus Berjalan Bersama

Sementara itu, Efendi Tambunan yang membacakan sambutan Ketua Bunda PAUD Kabupaten Puncak menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah.

Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi tim provinsi untuk melihat secara langsung kondisi satuan PAUD sekaligus kebutuhan yang dihadapi di lapangan.

“Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi tim provinsi untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan satuan PAUD di Kabupaten Puncak, sehingga dukungan dan kerja sama dapat ditindaklanjuti pada masa mendatang,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Antonia Maijeni, anggota Pokja PAUD Kabupaten Puncak yang juga bertugas sebagai guru di TK Negeri Ilaga.

Ia berharap hubungan antara Pokja Bunda PAUD provinsi dan kabupaten tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berkembang menjadi program kerja sama yang nyata dan berkelanjutan.

“Saya berharap hubungan antara Pokja Bunda PAUD provinsi dan kabupaten terus terjalin serta menghasilkan lebih banyak program kerja sama untuk mendukung pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Bagi Puncak, penguatan PAUD bukan hanya tentang menghadirkan sekolah bagi anak-anak. Ia juga menyangkut upaya menyiapkan generasi sejak dari ruang belajar paling awal—di tengah kondisi geografis yang tidak mudah dan akses pendidikan yang masih terbatas.

Dari Ilaga, pesan itu kembali ditegaskan: setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh dan memiliki masa depan, di mana pun mereka berada.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan PAUD yang lebih berkualitas, aman dan menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Puncak. (ist)