HUT ke-16 SMK Kesehatan Anigou, Yayasan Harapan Nusantara Dou Tou Dinilai Bantu Pemerintah Cetak Generasi Kesehatan
“Yayasan Harapan Nusantara Dou Tou telah ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa yang ada di daerah ini,” ungkap Supardi.

NABIRE – Mencerdaskan anak bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran yayasan dan lembaga pendidikan swasta juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang berpengetahuan, terampil, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Supardi, S.Pd., M.Pd., saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 SMK Kesehatan Anigou Nabire, Senin (19/10/2026).
Dalam sambutannya, Supardi memberikan apresiasi kepada Yayasan Harapan Nusantara Dou Tou yang selama ini turut mengambil bagian dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, khususnya melalui penyelenggaraan pendidikan di bidang kesehatan.
Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan seperti SMK Kesehatan Anigou Nabire memiliki arti penting dalam mempersiapkan generasi muda yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah, terutama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Yayasan Harapan Nusantara Dou Tou telah ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa yang ada di daerah ini,” ungkap Supardi.
Lulusan Kesehatan Harus Menjadi Berkat
Lebih dari sekadar memperoleh ijazah, Supardi berharap para siswa SMK Kesehatan Anigou Nabire mampu membawa ilmu yang diperoleh di bangku sekolah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Ia menegaskan, bidang kesehatan merupakan pekerjaan yang mulia karena berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia.
Karena itu, para siswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian, di mana pun mereka kelak melanjutkan pendidikan maupun menjalankan profesinya.
Supardi juga berpesan agar siswa yang nantinya menyelesaikan pendidikan di SMK Kesehatan Anigou tidak berhenti belajar, tetapi terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan kesehatan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang nantinya tamat dan melanjutkan pendidikan kesehatan yang lebih tinggi, jangan lupa kalian harus menjadi saluran berkat bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan atau bantuan,” pesannya.
Menurut Supardi, kemampuan akademik harus berjalan seiring dengan karakter, kepedulian, dan kemauan untuk melayani sesama.
Sebab, ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika digunakan untuk membantu orang lain.
Masa Depan Ditentukan oleh Kemauan Belajar
Memasuki usia ke-16, SMK Kesehatan Anigou Nabire diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didiknya menghadapi tantangan masa depan.
Supardi mengingatkan para siswa bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. Selain doa dan pertolongan Tuhan, masa depan juga harus dipersiapkan melalui kerja keras, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam belajar.
Ia mengajak para siswa memanfaatkan waktu selama menempuh pendidikan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan kemampuan diri.
“Tidak ada orang yang bodoh, tetapi yang ada itu orang yang tahu dan tidak tahu,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang. Perbedaan kemampuan bukan alasan untuk menyerah, melainkan dorongan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Menurutnya, keberhasilan pada masa mendatang berawal dari kesungguhan yang dibangun sejak hari ini.
Enam Belas Tahun Menjadi Momentum Menatap Masa Depan
Bagi Supardi, peringatan HUT ke-16 SMK Kesehatan Anigou Nabire bukan sekadar kegiatan seremonial atau perayaan bertambahnya usia sekolah.
Momentum ini harus dimanfaatkan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mengevaluasi berbagai kekurangan, sekaligus menyusun harapan yang lebih baik untuk masa depan.
Ia mengajak seluruh unsur sekolah, mulai dari yayasan, tenaga pendidik hingga siswa, untuk terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Tantangan zaman, menurutnya, menuntut generasi muda agar semakin serius dalam menuntut ilmu. Pendidikan menjadi bekal penting agar mereka mampu menghadapi perubahan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Lewat momentum HUT ke-16 SMK Kesehatan Anigou Nabire, mari kita melihat kembali perjalanan 16 tahun silam, tetapi jangan lupa merancang sebuah harapan yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Setiap waktu punya masa sendiri dan zaman ini mengajak kita untuk lebih sungguh-sungguh belajar,” katanya.
Enam belas tahun perjalanan SMK Kesehatan Anigou Nabire menjadi momentum untuk memperkuat kembali tujuan pendidikan: melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sebab, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan pada akhirnya bukan hanya terlihat dari banyaknya siswa yang lulus, melainkan juga dari sejauh mana ilmu dan karakter yang mereka miliki mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari bangku sekolah di Nabire, harapan itu terus ditanamkan—agar kelak lahir generasi kesehatan yang terampil, berintegritas, dan siap menjadi berkat bagi sesama. (des)
Bagikan artikel ini



