Pencarian
“NU”
1715 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Gubernur Papua Tengah Ajak Masyarakat Puncak Dukung Program 100 Hari Kerja Elvis Tabuni - Naftali Akawal
PUNCAK. - Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa, SH mengajak seluruh warga masyarakat Kabupten Puncak untuk mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak. Dengan adanya dukungan dari warga masyarakat Kabupaten Puncak, tentunya program pembangunan di wilayah Kabupaten Puncak, akan lebih cepat mencapai puncaknya.
Kolaborasi OPD Kunci Sukses Penurunan Stunting di Nabire
NABIRE - Penanganan stunting di Kabupaten Nabire terus menjadi prioritas utama. Untuk mencapai hasil yang optimal, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Nabire didorong untuk meningkatkan kolaborasi dan koordinasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Paulus Talakua, S.KM.,M.Kes, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/07/2025).
Bertemu Menteri PU, Gubernur Meki “Tumpahkan” Persoalan Infrasturuktur di Papua
JAKARTA - Delapan kabupaten di provinsi Papua Tengah boleh dibilang masih tertinggal kemajuannya di sektor infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah ketimbang daerah-daerah lain di luar Papua.
Gubernur Meki Nawipa, Apindo Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Dorong ke Dunia Usaha
NABIRE - Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H, Senin (30/6/25) kemarin, secara membuka Musyawarah ke-I Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
HUT Polri ke-79, Yulianus Pasang: Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
NABIRE – Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada hari Selasa, 1 Juli 2025 dan mengutip dari laman resmi Tribrata Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini mengusung tema yang lugas dan berorientasi pada pelayanan, yaitu ‘Polri untuk Masyarakat’.
Gubernur Meki : Baju Cokelat Tak Menjamin Seorang Berpenghasilan Lebih
NABIRE - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyatakan, tidak ingin melihat semua putra/i asli Papua, usai mengenyam pendidikan terobsesi untuk mengenakan baju cokelat (Aparatur Sipil Negara).
