Tekan Angka Stunting, Papua Tengah Soroti Kerentanan Wilayah Pegunungan
“Kalau sekiranya kalau daerah di Puncak, tentunya berpengaruh juga dari sisi akses dan daerah,” ujar Eliezer saat diwawancarai awak media di Aula RRI pada Selasa, (29/9/2026).

NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memberikan perhatian khusus terhadap persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius di wilayah pegunungan.
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa Kabupaten Puncak tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka kerentanan stunting yang paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
“Kalau sekiranya kalau daerah di Puncak, tentunya berpengaruh juga dari sisi akses dan daerah,” ujar Eliezer saat diwawancarai awak media di Aula RRI pada Selasa, (29/9/2026).
Ia menjelaskan, secara umum, rata-rata wilayah di pegunungan memang menunjukkan angka stunting yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah di kawasan pesisir atau pinggiran.
Sebagai perbandingan, wilayah dataran tinggi di enam kabupaten bagian atas jauh lebih rentan dibandingkan dua kabupaten di wilayah pesisir seperti Nabire dan Timika.
Oleh karena itu, pihak provinsi terus mendorong pemerintah kabupaten setempat agar mengoptimalkan berbagai program kegiatan dan intervensi di lapangan secara maksimal.
“Makanya ini yang kami dorong supaya lewat program kegiatan, lewat pertemuan ini bisa mereka di daerah juga bisa kerja maksimal supaya angka-angka ini bisa menurun seperti itu,” pungkasnya. (sam)
Bagikan artikel ini



