Sebastian Douw : Pembagian Bansos di Oyehe Diwarnai Keributan
NABIRE – Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) di Kelurahan Oyehe beberapa hari lalu, sempat diwarnai keributan. Ada sejumlah warga datan
Bagikan
NABIRE – Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) di Kelurahan Oyehe beberapa hari lalu, sempat diwarnai
keributan. Ada sejumlah warga datang merontak, bahkan sempat diwarnai aksi
pelemparan batu. “Tadi kami turunkan Bansos dari Dinas Sosial Kabupaten Nabire. Bansos berbentuk Sembako
itu kami bagi sesuai dengan daftar nama yang diberikan dari Dinas Sosial. Kami
hanya bekerja disitu sebatas bagikan untuk menyelamatkan mereka punya sembako.
Sejumlah warga Oyehe datang merontak dan lempar kaca, lempar batu di Kantor
Lurah,” ujar Sebastian Douw saat menghubungi media ini, Selasa (19/5) lalu. Dikatakan Sebastian Douw dari Kelurahan Oyehe, dirinya sempat sampaikan kepada warga jika pihaknya
dalam pembagian Sembako mengikuti data yang diberikan oleh Dinas Sosial. Data
yang diberikan oleh Dinas Sosial untuk Kelurahan Oyehe hanya ada 22 Kepala
Keluarga (KK) yang dinyatakan layak untuk mendapatkan bantuan Sembako tersebut. “Dari Dinas Sosial mereka itu sempat turunkan informasi, didata tahap pertama 22 orang, tahap
kedua berapa orang dan tahap ketiga berapa orang masih kita tunggu. Bantuan bukan
langung mau diturukan semua untuk tiga tahap. Kalau kita langsung belanja
sekaligus untuk tiga tahap, maka Sembako yang ada di Nabire ini habis,”
tuturnya. Dirinya sempat menekankan kepada warga untuk bersabar. Karena saat ini yang dibagi baru tahap
pertama, sementara nanti ada tahap kedua dan tahap ketiga. “Saya perlu sampaikan hal ini melalui media agar bupati, Bappeda maupun kantor keuangan
(BPKAD,red) dorang tahu bahwa pembagian Bansos di kelurahan ini pernah kejadian
keributan seperti demikian,” tuturnya. Dirinya mengharapkan agar pemerintah datang menanggulangi karena kelurahan tidak pernah
mengelola dana besar sampai 100 jutaan. (ros)
Bagikan artikel ini



