NABIRE – Rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Nabire berakhir dengan situasi aman, tertib, dan kondusif. Seluruh tahapan proses hukum, mulai dari pembacaan dakwaan hingga agenda pembacaan putusan, dapat berjalan tanpa gangguan berarti berkat sinergi aparat keamanan, pengadilan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga.

Humas PN Nabire, Kristovel Panggabean, S.H., mengatakan kelancaran seluruh proses persidangan tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun pelaksanaan persidangan.

“Semua berjalan dengan baik, mulai dari pembacaan dakwaan sampai dengan pembacaan putusan. Semuanya terlaksana dengan baik berkat koordinasi aparat pengamanan bersama pihak pengadilan, masyarakat, serta pihak-pihak terkait yang turut berpartisipasi dalam persidangan ini,” ujar Kristovel, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, selama proses persidangan berlangsung, PN Nabire tetap memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjalankan hak-haknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan persidangan, kata dia, juga berpedoman pada Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 5 Tahun 2020 dan PERMA Nomor 6 Tahun 2020 yang mengatur protokol persidangan serta keamanan di lingkungan pengadilan.

“Peraturan tersebut mengatur tata tertib para pihak maupun pengunjung sidang yang hadir di dalam persidangan. Semua dilaksanakan oleh para pihak, sehingga sidang pembacaan putusan dapat terlaksana dengan baik tanpa ada kekurangan suatu apa pun,” tegasnya.

Polda Papua Tengah Apresiasi Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah kepada masyarakat yang dinilai telah ikut menjaga keamanan selama seluruh rangkaian persidangan berlangsung.

Kabag Bin Ops Biro Ops Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K., mengatakan situasi keamanan selama proses hukum berlangsung secara umum dapat dikendalikan dengan baik.

“Atas nama Kapolda, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas kerja sama yang baik dalam menjaga keamanan di wilayah hukum Polda Papua Tengah, khususnya di Nabire,” ujarnya.

Ia menegaskan, sejak proses hukum dimulai hingga agenda persidangan terakhir, tidak terjadi gangguan besar yang berpotensi menghambat jalannya persidangan.

“Khususnya pada saat berlangsungnya persidangan, tidak ada hal-hal yang membuat keributan. Semuanya mendukung, sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Onisimus, sinergi antara aparat keamanan, pihak pengadilan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat menjadi salah satu kunci terciptanya suasana yang aman dan damai selama proses hukum berlangsung.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Keamanan dalam proses hukum dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai,” pungkasnya.

Kabag Bin Ops Biro Ops Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K. (kiri), Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR. (Foto : Agustinus)

Kapolres: Kolaborasi Jadi Kunci

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan rangkaian persidangan.

Ia mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur guna memastikan setiap agenda persidangan berlangsung sesuai ketentuan.

“Puji Tuhan, alhamdulillah, seluruh perjalanan sidang dari sidang pertama hingga sidang terakhir berjalan aman dan terkendali,” ujar Kapolres.

Pengamanan melibatkan personel BKO Brimob Batalyon A, personel Polda Papua Tengah yang dipimpin Kabag Dalops Biro Ops Polda Papua Tengah, serta jajaran Polres Nabire.

Menurut Samuel, kelancaran persidangan merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Nabire, PN Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, aparat keamanan, serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).

Ia mengakui, pada awal rangkaian persidangan sempat terjadi insiden kecil berupa pelemparan. Namun, aparat dapat segera mengendalikan situasi sehingga insiden tersebut tidak berkembang dan tidak mengganggu jalannya persidangan.

Terkait dua warga yang sempat diamankan kepolisian, Kapolres menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus IKT untuk menyelesaikan persoalan tersebut sekaligus memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan.

“Setiap perbuatan yang kita lakukan tentu ada konsekuensi hukum yang mengikat. Kami sudah membicarakan hal ini dengan pengurus IKT agar bisa duduk bersama dan mencari jalan keluar, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tegasnya.

Kapolres kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menghormati setiap proses hukum yang sedang berjalan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait yang telah berkontribusi menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya seluruh rangkaian persidangan di PN Nabire. (Luk)