Pendamping PKH 5 Kabupaten Dilepas ke Kelurahan Siriwini dan Oyehe
NABIRE – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari lima kabupaten yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan
Bagikan
NABIRE – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari lima kabupaten yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Family Development Session (FDS) di Hotel Mahavira, Nabire, dilepas untuk belajar lapangan di Kelurahan Siriwini dan Oyehe. Peserta Diklat dilepas Ketua Panitia Diklat P2K2 FDS, Pius dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial Regional VI Papua, disaksikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak dari depan Hotel Mahavira 1, Kamis (31/10) pagi. Untuk belajar lapangan, peserta dibagi menurut angkatan. Pendamping PKH angkat 32 belajar lapangan di Kelurahan Siriwini dan angkatan 33 belajar lapangan di Kelurahan Oyehe. Masing-masing angkatan dibagi atas 3 kelompok. Angkatan ke 32 yang belajar di Kelurahan Siriwini, terpencar atas tiga kelompok, demikian juga dengan angkatan 33 di Kelurahan Oyehe. Saat melepas, Pius meminta agar belajar di lapangan dengan disiplin waktu dan menjaga kerjasama antar kelompok. Peserta juga diharapkan menerapkan pengetahuan yang diterima selama pertemuan teori agar diimplementasinya secara baik di lapangan. Usai melepas peserta diklat belajar lapangan di Kelurahan Siriwini dan Oyehe, Pius saat dihubungi menjelaskan, selama pertemuan peningkatan, peserta mendapat lima paket modul sebagai bahan pengetahuan. Pius menambahkan, selama belajar di lapangan peserta akan memberikan pemahaman dan pengertian kepada warga dari keluarga sejahtera melalui pertemuan dengan kaum ibu. Di lapangan, peserta menyuluh tentang manajemen/pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, pentingnya pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, selama menyusui dan balita, penyadaran tentang pendidikan anak dan perhatian orang terhadap anak selama pendidikan dan usaha ekonomi rumah tangga. Ketua Panitia, Pius menambahkan, peserta akan melaksanakan belajar lapangan selama lima hari, sebelum menutup rangkaian kegiatan pelatihan gelombang terakhir di wilayah Maluku Papua. Peserta selama melaksanakan belajar lapangan didampingi oleh seorang instruktur, totor dan pendamping dari Dinas Sosial. Pada hari pertama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak memonitor pertemuan perdana peserta diklat dengan warga di lapangan. (ans)
Bagikan artikel ini



