NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Disnakertrans terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) guna memberdayakan Orang Asli Papua (OAP). Langkah nyata ini diwujudkan melalui program peningkatan keterampilan perbaikan mesin tempel bagi puluhan pemuda dan aparatur kampung.

Program strategis tersebut lahir dari inisiatif kepemimpinan lokal yang melihat tingginya kebutuhan transportasi laut di wilayah kepulauan. Sebagian besar wilayah distrik kepulauan di Kabupaten Nabire sangat bergantung pada penggunaan perahu bermotor tempel untuk mobilitas sehari-hari.

Kepala Distrik Wapoga, Jhon Wayar, S.IP., menjelaskan gagasan ini bermula dari keprihatinannya melihat banyak mesin perahu laut yang dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada upaya perbaikan. Kondisi ini memotivasi dirinya untuk melobi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire agar memprioritaskan pelatihan teknis bagi masyarakat setempat.

“Saat ini zaman teknologi, banyak peralatan yang dipakai. Pengalaman saya di distrik, sebelum jadi kepala distrik, saya lihat banyak kendaraan laut ini setelah rusak langsung ditinggalkan, tidak diperbaiki,” ujar Jhon Wayar saat diwawancarai awak media di Jalan Beringin, Malompo Bawah, Nabarua, Nabire, Kamis (5/11/2026).

Pelatihan berbasis keterampilan ini diikuti 30 peserta dari dua wilayah distrik. Rinciannya meliputi 22 peserta asal Distrik Wapoga serta 8 peserta dari Distrik Napan, yang terdiri atas kepala kampung, aparat kampung hingga warga masyarakat.

Jhon menilai keterlibatan para pemuda lulusan SMA hingga sarjana yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap menjadi sasaran yang sangat tepat. Melalui keterampilan baru ini, mereka diharapkan mampu mandiri, membuka usaha bengkel kampung serta menggerakkan roda ekonomi keluarga.

“Dengan berpikirnya saya, anak-anak Papua yang ada di distrik setelah tamat SMA, ada yang sarjana, tapi mereka tinggal-tinggal. Mungkin memberdayakan mereka ini salah satu untuk belajar mandiri, menghidupkan diri lewat keterampilan ini, membangkitkan ekonomi keluarga mereka sendiri,” tambahnya.

Ke depan, program pembinaan ini tidak berhenti sampai di tingkat kabupaten saja. Pihak penyelenggara bahkan menyiapkan jenjang lanjutan ke tingkat nasional pada tahun 2027 mendatang bagi peserta yang menunjukkan prestasi dan keterampilan menonjol.

“Harapan saya dengan pelatihan ini mereka mendapat ilmu dan keterampilan untuk menghidupkan ekonomi keluarga bahkan diri sendiri, mungkin buka bengkel atau pelatihan di kampung. Apabila ada yang terampil dan bagus dari distrik, bisa ikut ke Surabaya,” pungkas Jhon Wayar. (sam)