NABIRE – Partai Hanura Kabupaten Nabire, Jumat (28/3) siang kemarin menggelar kampanye terbuka di Taman Gizi Oyehe. Kampanye yang diikuti oleh ratusan kader dan simpatisan ini menampilkan sejumlah juru kampanye (Jurkam) yang juga merupakan Caleg Hanura untuk tingkat kabupaten dan provinsi. Sebelum berkumpul di Taman Gizi, kader dan simpatisan Hanura juga melakukan pawai kendaraan dari sejumlah titik kumpul menuju tempat kampanye terbuka di Taman Gizi Nabire. Jurkam Diter Wospakrik Caleg nomor urut 1 DPRP Provinsi Papua dalam orasinya mengatakan, syukur karena sudah diberikan anugerah kita masing-masing yaitu hati nurani yang sudah Tuhan berikan kepada diri kita. “Kita semua hadir disini harus kita camkan pada diri kita masing-masing bahwa kita sudah diberikan hati nurani. Untuk itu tinggal kita buktikan saja tanggal 9 April 2014 nanti kita bawa dan kita tusuk partai nomor 10 Partai Hanura,” katanya. Visi misi Partai Hanura, lanjut Wospakrik, Partai Hanura melalui para Calegnya akan terjun terus untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Caleg Hanura baik di tingkat kabupaten maupun provinsi akan memperjuangkan nasib masyarakat. Ini merupakan keterpanggilan para Caleg dari Partai Hanura. Jurkam Partai Hanura lainnya, Abner Kalem dalam orasinya mengatakan, stabilitas keamanan adalah satu tugas pembangunan di bidang keamanan ini sangat penting. Oleh karena itu salah satu tugas Partai Hanura baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat adalah kita harus hidup bersama-sama untuk menjaga keamanan. “Hanura dari pusat sampai daerah menyampaikan terima kasih kepada Bapak AP Youw yang merupakan tokoh perjuangan Provinsi Papua Tengah. Lewat Papua Tengah bisa terjawab kesejahteraan rakyat. Mekar Nabire Timur dan Barat itu salah satu tugas pokok Hanura untuk memperjuangkan sehingga pemekaran ini bisa terjadi. Hanura siap untuk memperjuangkan pemekaran,” tegasnya.Jurkam Yehuda Gobai dalam orasinya mengatakan, Partai Hanura sangat tegas kepada Caleg mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat daerah. Para Caleg Partai Hanura di tiap tingkatan dituntut untuk menandatangani surat pernyataan jika korupsi harus undur diri dari anggota DPR. “Tidak ada partai lain seperti itu, Hanura tegas. Survey secara nasional kader Partai Hanura tidak terlibat dalam kasus korupsi, seperti yang ramai diberitakan media. Partai ini hadir yang tadinya dianggap kecil tapi sampai hari ini partai-partai besar menjadi gemetar karena Hanura. Secara nasional Hanura bersaing dengan partai penguasa tapi Hanura tidak gentar,” tegasnya.  (ros)