Mama-mama di Pasar Sore KPR Siriwini Mengeluh
NABIRE - Miris rasanya, dari tahun ke tahun Mama-mama di Pasar sore KPR Siriwini demi mencari nafkah, membantu dalam ekonomi rumah tangga da
NABIRE - Miris rasanya, dari tahun ke tahun Mama-mama di Pasar sore KPR Siriwini demi mencari nafkah, membantu dalam ekonomi rumah tangga dan biaya anak-anaknya untuk sekolah terus berjualan kendati kondisi pasarnya tak terdukung, bahkan terkesan hilang dari nada perhatian pemerintah setempat.
Mama Hani Heipon, sehariannya berjualan sayur dan pinang yang dijumpai wartawan Minggu (05/07/20) sore waktu setempat mengatakan, selama dirinya bersama mama-mama lainnya berjualan tak ada nada perhatian dari pemerintah, bahkan Mama Hani merasa dianak-tirikan.
Walaupun mereka selalu setor retribusi pasar melalui penagih.
Buktinya anak lihat, mama-mama disini berjualan di area pinggiran jalan dengan beralas karung di atas tanah.
Adalah mereka yang tidak mempunyai meja jualan, sedangkan mama-mama penjualan ini juga mereka berjualan tanpa payung, keluh mama Hani sembari menunjuk rekan-rekan di pasar yang tengah asik berjualan itu.
Mama Hani menanyakan, mengapa pemerintah tidak mau perhatikan kondisi pasar ini, perasaannya dimana.
Sebab, ia bersama mama-mama di Pasar berjualan pinggir jalan.
Tada terik mentarii, tada debu pun menjadi langganan, dan bahkan sering mandi hujan dikala hujan turun saat berjualan.
Dimana perasaan pejabat Papua yang duduk di kantor untuk kami mama Papua.
Coba dirikan kami pasar khusus mama-mama Papua, berarti kami juga punya hak sebagai mama-mama Papua.
“Lihat anak, kami hari-hari tada debu, tada panas.
Kalau hujan sambil berjualan kami mandi hujan,” imbuhnya dengan mata berkaca-kaca.(eby)
Bagikan artikel ini



