NABIRE - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah bersama unsur TNI menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 2 Nabire, Kabupaten Nabire, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 siswa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan, karakter dan rasa nasionalisme generasi muda, khususnya para pelajar yang dipersiapkan membawa nama Provinsi Papua Tengah dalam ajang tingkat nasional.

Kepala SMA Negeri 2 Nabire, Suryati Mangalo, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kehadiran narasumber dari instansi terkait memberikan tambahan pengetahuan, sekaligus kepercayaan diri bagi para siswa.

“Di sekolah kami ada ekstrakurikuler (ekskul) empat pilar yang sudah berjalan selama dua tahun. Tahun 2026 ini, SMA Negeri 2 terpilih mewakili Provinsi Papua Tengah ke tingkat nasional. Kehadiran sosialisasi ini sangat membantu menambah percaya diri dan pengetahuan anak-anak, terutama mereka yang baru saja lulus seleksi ekskul,” ujar Suryati.

Ia menjelaskan, sekolah juga melibatkan siswa kelas 10 sebagai bagian dari proses regenerasi. Langkah tersebut dilakukan agar pembinaan wawasan kebangsaan dan prestasi siswa dapat terus berlanjut.

“Anak-anak kelas 12 sudah mulai fokus dengan persiapan kelulusan. Karena itu, kami melibatkan kelas 10 untuk regenerasi dan mempersiapkan mereka sejak dini,” jelasnya.

Suryati menegaskan, pembekalan Empat Pilar Kebangsaan tidak semata-mata berkaitan dengan persiapan mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dinilai penting dalam membentuk karakter siswa di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

“Di zaman sekarang, rasa nasionalisme anak-anak mulai berkurang. Keterbatasan kami di sekolah untuk menyampaikan materi wawasan kebangsaan secara mendalam dapat teratasi dengan hadirnya para pemateri. Walaupun meluangkan waktu satu hari, kegiatan ini sangat bermanfaat,” katanya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, pembinaan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara konsisten agar nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam diri generasi muda.

Apresiasi juga disampaikan Ketua OSIS SMAN 2 Nabire, Lionell Alex Ander Worabai. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan pemahaman penting kepada generasi muda mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lionell mengatakan, masih terdapat kalangan anak muda yang belum sepenuhnya memahami maupun menerapkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai salah satu siswa SMAN 2 Nabire yang dipercaya mewakili Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Lionell mengaku bangga memperoleh kesempatan tersebut.

Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan menjadi bekal penting bagi dirinya bersama rekan-rekan untuk membawa nama daerah ke tingkat nasional, sekaligus menunjukkan potensi generasi muda Papua.

“Harapan saya ke depan, sosialisasi seperti ini tidak hanya berfokus di kota, tetapi Kesbangpol maupun instansi terkait dapat menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pedalaman,” ujar Lionell.

Ia berharap para pelajar di daerah terpencil juga mendapatkan kesempatan dan fasilitas edukasi kebangsaan yang sama. Dengan pemerataan pembinaan tersebut, pembentukan karakter sekaligus peningkatan daya saing generasi muda Papua diharapkan dapat terus diperkuat. (luk)