NABIRE - Seringnya ketersediaan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire khususnya pada Unit Transfusi Darah (UTD) kosong. Hal ini akibat masih minimnya pemahaman serta kepedulian masyarakat untuk mendonor, tetapi juga tidak berfungsinya PMI di daerah ini.Biasanya, jika pasien membutuhkan darah maka keluarga disarankan untuk mencari sendiri. Kalau tidak ada keluarga yang darahnya cocok, maka tentu mereka mencarinya di luar, entah sahabat atau kenalan.Namun kini, telah hadir Pendonor Darah Sukarela (DDS). Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang peduli dengan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.Koordinator DDS, Wahyu Diantoro mengatakan para pendonor gratis ini merupakan aksi sukarela yang ingin membantu masyarakat yang membutuhkan darah.Dirinya lalu berinisiatif untuk mengumpulkan beberapa teman – temannya dan membuat satu grup whatsaap dan mengajak mereka yang peduli bergabung.“Puji Tuhan banyak yang respon dan yang terhimpun dalam DDS ini adalah mereka yang peduli dan sifatnya sesuai kebutuhan,” ujarnya di Nabire. Senin (29/04/2019).Menurut Wahyu, DDS akan selalu siap jika sewaktu – waktu ada warga yang membutuhkan darah. Hal ini berlaku sesuai kebutuhan, artinya kalau ada yang membutuhkan dan tidak ada keluarga pasien yang bisa mendonorkan darahnya, maka kami siap melayani.“Kami selalu siap kapanpun. Kalau ada yang butuh dan kami tau, pasti akan menghubingi kawan–kawan yang siap mendonor dan langsung di arahkan ke UTD. tapi mudah–mudahan suatu saat kami semua yang di grup bisa bikin iven doda,” tuturnya.Dia menjelaskan, syarat untuk mendonorkan darah adalah di atas usia 17 – 60 tahun, Berat badan minimal 50 kg, tidak sedang haid dan hamil/menyusui, tidak memiliki penyakit menular seksual dan jarak penyumbangan sekurang – kurangnya 3 bulan.Selain itu dia bilang, manfaat donor darah adalah untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, menyelamatkan hidup orang lain serta mendapatkat kesehatan psikologis.“Jadi nanti di UTD, Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan. Nanti dari pemeriksaan, akan di sampaikan bisa mendonor atau tidak,” jelas penggiat PMR di SMK N 2 Nabire ini.Seorang relawan DDS, Kuriosw B. Duwiri menambahkan dirinya sering mendonorkan darah bagi siapa saja yang membutuhkan. Lalu, saat mengetahui hadirnya DSS, dia lalu ingin bergabung.Bahkan kata Duwiri, dalam mendonor darah, dia tidak pernah meminta imbalan dan ini tulus diberikan.“Saya sudah sering donor. Setelah donor itu, badan enak sekali, tapi intinya mungkin ini cara untuk membantu sesama,” ucapnya.(pas)