Karhutla Masih Selimuti Kota Nabire
Pantauan Papuapos Nabire sekitar pukul 07.20 WIT, kabut asap terlihat cukup tebal di sekitar Jalan Martha Tiahahu, Kalibobo, Nabire. Asap yang menyelimuti kawasan tersebut membuat jarak pandang tampak berkurang dan udara terasa kurang nyaman untuk aktivitas luar ruangan.

NABIRE – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah kawasan perkotaan Nabire, Papua Tengah. Kondisi tersebut terlihat pada Jumat (2/10/2026) pagi, ketika lapisan asap tampak menutup sejumlah ruas jalan di wilayah kota.
Pantauan Papuapos Nabire sekitar pukul 07.20 WIT, kabut asap terlihat cukup tebal di sekitar Jalan Martha Tiahahu, Kalibobo, Nabire. Asap yang menyelimuti kawasan tersebut membuat jarak pandang tampak berkurang dan udara terasa kurang nyaman untuk aktivitas luar ruangan.
Kondisi ini terjadi di tengah laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Tengah yang sebelumnya mencatat masih terdapat sekitar 120 titik api di sekitar wilayah Nabire. Kondisi cuaca yang kering akibat fenomena El Niño disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran dan memperparah kabut asap.
Kabut asap yang terus bertahan menjadi perhatian karena dapat membawa partikel halus yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel dari asap.
Selain itu, warga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi asap sedang pekat. Anak-anak dan kelompok rentan sebaiknya mengurangi kegiatan di luar ruangan sampai kualitas udara membaik.
Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan tenggorokan tidak mudah mengalami iritasi akibat paparan udara berasap.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Nabire menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman titik api, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak asap yang ditimbulkan.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar permukiman maupun kawasan hutan dan lahan.
Hingga Jumat pagi, kabut asap masih terlihat di sejumlah titik di wilayah Nabire. (Rob)
Bagikan artikel ini



