Kapolda Papua Tengah Sampaikan Tiga Pesan Penting di SMA Negeri 1 Nabire
Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi perhatian bersama, khususnya bagi generasi muda.

NABIRE – Lapangan upacara SMA Negeri 1 Nabire, Senin (19/10/2026), mendadak terasa berbeda. Di hadapan ratusan siswa dan jajaran guru, orang nomor satu di Kepolisian Daerah Papua Tengah berdiri bukan sekadar sebagai pembina upacara, tetapi membawa pesan penting tentang masa depan generasi muda Papua.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan rutin bendera yang diikuti seluruh dewan guru dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Nabire. Sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah jajaran Polda Papua Tengah turut hadir.
Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi perhatian bersama, khususnya bagi generasi muda.
Ketiganya berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, serta penggunaan media sosial secara bijak.
Pesan tersebut disebut sebagai bagian dari program Kapolri yang perlu disampaikan hingga ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Bagi Kapolda, sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda sebelum mereka memasuki kehidupan yang lebih luas.
Narkoba, Kenakalan Remaja dan Media Sosial
Pesan pertama menyangkut bahaya narkoba.
Generasi muda diminta tidak mendekati, mencoba, apalagi terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Sebab sekali terjerumus, dampaknya dapat merusak masa depan yang sedang dibangun.
Pesan kedua adalah mengenai kenakalan remaja.
Masa sekolah merupakan masa ketika seorang anak mulai mencari jati diri. Karena itu, lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian. Siswa didorong untuk memilih teman, kegiatan dan lingkungan yang dapat membawa mereka menuju masa depan yang positif.
Pesan ketiga menyangkut media sosial.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko apabila tidak digunakan secara bijaksana.
Para siswa diminta memahami bahwa apa yang dilakukan di ruang digital dapat membawa konsekuensi di kehidupan nyata.
Karena itu, media sosial harus digunakan untuk hal-hal yang positif, produktif dan bermanfaat.
Tiga pesan tersebut menjadi inti amanat Kapolda di hadapan keluarga besar SMA Negeri 1 Nabire.
Kapolda Hadir Membawa Inspirasi
Kepala SMA Negeri 1 Nabire, Isak Pigai, S.Pd., mengatakan kehadiran Kapolda Papua Tengah memiliki makna lebih dari sekadar menjadi pembina upacara.
Menurutnya, kehadiran pimpinan kepolisian di tengah para siswa merupakan bentuk dorongan moral agar anak-anak memiliki cita-cita dan keberanian menatap masa depan.
“Bapak Kapolda tidak hanya sekadar menjadi pembina upacara, tetapi kehadiran Kapolda untuk mengajak dan memberikan dorongan bagi anak-anak agar punya masa depan yang lebih baik,” kata Isak kepada Papuapos Nabire.
Ia berharap pesan yang disampaikan Kapolda benar-benar menjadi perhatian seluruh siswa.
Terutama agar mereka tidak terjerumus dalam narkoba, kenakalan remaja maupun penyalahgunaan media sosial.
“Anak-anak bisa camkan itu dengan baik. Ke depan anak-anak tidak terlibat dengan yang disebut narkoba maupun kenakalan dan salah menggunakan sarana media sosial,” ujarnya.
Dari Lapangan Upacara Menuju 20 Tahun Mendatang
Bagi Isak, kunjungan Kapolda Papua Tengah pada 19 Oktober 2026 juga menyimpan harapan yang jauh lebih panjang.
Ia membayangkan, dua hingga tiga dekade mendatang, akan lahir putra-putri Papua Tengah yang pernah berdiri di lapangan upacara SMA Negeri 1 Nabire dan kemudian memegang jabatan penting.
Bahkan, bukan tidak mungkin salah satunya menjadi Kapolda Papua Tengah.
Ia berharap kehadiran Brigjen Pol Jermias Runtini dapat menjadi contoh nyata bagi para siswa bahwa cita-cita setinggi apa pun tetap layak diperjuangkan.
“Lebih khusus kepada seluruh siswa-siswi agar ke depan, 20 hingga 30 tahun mendatang lahir Kapolda baru, anak asal Papua Tengah yang merupakan lulusan dari SMA N 1 Nabire,” ungkapnya.
Harapan itu bukan sekadar tentang jabatan.
Di baliknya ada pesan bahwa generasi muda Papua Tengah harus mulai mempersiapkan diri sejak bangku sekolah.
Belajar dengan sungguh-sungguh.
Menjaga pergaulan.
Menjauhi narkoba.
Bijak menggunakan teknologi.
Dan memiliki keberanian untuk bermimpi.
Menanam Pesan Hari Ini, Memetik Masa Depan
Upacara Senin pagi itu akhirnya tidak hanya menjadi rutinitas sekolah.
Ia berubah menjadi ruang pertemuan antara pengalaman seorang pemimpin kepolisian dan mimpi anak-anak muda yang sedang menapaki masa depan.
Kapolda menyampaikan pesan.
Guru meneruskan.
Dan para siswa menjadi generasi yang diharapkan membawa pesan tersebut jauh lebih panjang.
Kepala sekolah bersama jajaran guru dan seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Nabire pun menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolda Papua Tengah.
Bagi mereka, kehadiran tersebut menjadi momentum berharga sekaligus motivasi.
Sebab mungkin saja, di antara siswa yang berdiri dalam barisan upacara pagi itu, ada seorang anak yang kelak mengenakan seragam yang berbeda—berdiri di lapangan yang lebih besar—dan suatu hari memimpin Kepolisian Daerah Papua Tengah. (des)
Bagikan artikel ini



