NABIRE – Konsolidasi organisasi Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) memasuki babak baru. Dalam satu rangkaian rapat yang digelar di Nabire, Minggu (1/11/2026), dua figur ditetapkan untuk memimpin organisasi tersebut, baik di tingkat Provinsi Papua Tengah maupun Kabupaten Nabire.

Dr. H. Muhammad Iskandar, S.P., M.IP terpilih sebagai Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah setelah memperoleh dukungan mayoritas peserta rapat. Sementara Sumardi Abdullah ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua HKJSM Kabupaten Nabire.

Rapat yang berlangsung di kediaman Imam Mulyadi, Nabire, ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Jawa, Sunda, dan Madura untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan visi, serta membangun organisasi yang lebih solid di wilayah Papua Tengah.

Seluruh agenda rapat dipimpin Ketua Steering Committee (SC), Suroso, S.E., didampingi anggota SC lainnya. Proses pengambilan keputusan berlangsung melalui musyawarah dengan melibatkan perwakilan dari 16 kerukunan.

Iskandar Unggul dengan 75 Persen Dukungan

Dalam pemilihan Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah, forum terlebih dahulu menyepakati mekanisme pemilihan melalui pengusulan nama calon oleh masing-masing peserta.

Sesuai kesepakatan, calon yang memperoleh dukungan 50 persen plus satu dapat langsung ditetapkan sebagai ketua. Apabila tidak tercapai, pemilihan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan mengambil dua calon peraih suara terbanyak.

Dari hasil pengumpulan usulan, muncul empat nama calon. Dr. H. Tumiran memperoleh dua usulan, Dr. Mukayat satu usulan, Dr. H. Muhammad Iskandar 12 usulan, dan Sumardi Abdullah satu usulan.

Dengan demikian, Iskandar berhasil mengantongi 12 dari 16 usulan atau setara 75 persen dukungan. Perolehan tersebut melampaui ketentuan yang telah disepakati sehingga forum secara resmi menetapkannya sebagai Ketua HKJSM Provinsi Papua Tengah.

Keputusan tersebut sekaligus membuka jalan bagi pembentukan organisasi HKJSM di tingkat provinsi agar memiliki struktur kepengurusan dan koordinasi yang lebih luas.

Dewan Formatur dan Pengurus Inti Mulai Disusun

Setelah penetapan ketua, rapat membentuk Dewan Formatur yang diberi mandat mempersiapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sekaligus menyempurnakan struktur organisasi.

Dewan Formatur diketuai H. M. Iskandar, dengan Sigit Triantoro dari Jogja sebagai sekretaris. Anggotanya terdiri dari Dadang (Deiyai), drg. Huda (Puncak Jaya), Imam Mukhlasi (Madura), Sumardi Abdullah (Jawa Timur), Juwanda (Jawa Tengah), serta H. Doris Datang Suryana (Sunda), dan Suroso, SE.

Selain itu, rapat juga menyepakati susunan pengurus inti HKJSM Provinsi Papua Tengah. Dr. H. Muhammad Iskandar dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Budi, Kholil, H. Agus Suharto, Mahrusin, dan H. Doris Datang Suryana sebagai wakil ketua.

Sementara posisi Sekretaris Umum dipercayakan kepada Suroso, SE, dengan Agung Nugroho sebagai wakil sekretaris. Untuk Bendahara Umum dijabat Sukatemin, didampingi Hj. Zubaidah sebagai wakil bendahara.

Adapun Dewan Penasihat terdiri dari Dr. H. Tumiran, H. Joko Suprayitno, dan Joko Santoso.

Sumardi Pimpin HKJSM Nabire Secara Aklamasi

Agenda berikutnya berlanjut pada pemilihan Ketua HKJSM Kabupaten Nabire. Pemilihan ini dilakukan menyusul terpilihnya Muhammad Iskandar, yang sebelumnya menjabat Ketua HKJSM Kabupaten Nabire, untuk memimpin organisasi di tingkat provinsi.

Meski masa kepengurusan sebelumnya masih menyisakan sekitar satu tahun, peserta rapat menilai perlu dilakukan langkah organisatoris agar kesinambungan kepemimpinan dan jalannya organisasi di Kabupaten Nabire tetap terjaga.

Melalui Rapat Luar Biasa, Sumardi Abdullah akhirnya disepakati dan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua HKJSM Kabupaten Nabire.

Setelah penetapan tersebut, rapat juga menyusun kepengurusan inti untuk mendukung jalannya organisasi.

Sumardi Abdullah dipercaya sebagai ketua, didampingi Imam Mulyadi, IPTU Budiono, Wido Purwanto, dan Amir Mahmud sebagai wakil ketua.

Untuk posisi Sekretaris dijabat Moh. Chofie, didampingi Juwanda sebagai wakil sekretaris. Sementara Sunaryo dipercaya sebagai Bendahara dan Mukhlas sebagai wakil bendahara.

Dewan Penasihat HKJSM Kabupaten Nabire terdiri dari Dr. Mukayat, H. Tahsis, dan Paimin.

Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Pembentukan kepengurusan di dua tingkatan organisasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat keberadaan HKJSM sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi keluarga besar Jawa, Sunda, dan Madura di Papua Tengah.

Penyempurnaan struktur organisasi, khususnya pembentukan bidang-bidang, selanjutnya akan dilakukan oleh tim formatur setelah penyusunan AD/ART rampung.

Dengan pembagian tugas dan fungsi yang lebih jelas, HKJSM diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah, organisasi ini diharapkan turut menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan.

Terpilihnya Muhammad Iskandar di tingkat provinsi dan Sumardi Abdullah di tingkat Kabupaten Nabire menjadi awal kepemimpinan baru bagi HKJSM untuk bergerak lebih terarah, solid, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Rapat yang berlangsung dalam suasana musyawarah dan kebersamaan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan HKJSM di Papua Tengah. (Ppn)