Dinkes Punya Program Rumah Tunggu Kelahiran
NABIRE - Dalam rangka menekan angka kematian Ibu Hamil dan Bayi, pada tahun 2016 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire memprogramkan program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang berada di tiga wilayah yakni untuk wilayah timur berada di Kelurahan Siriwini, wilayah teng
Bagikan
NABIRE - Dalam rangka menekan angka kematian Ibu Hamil dan Bayi, pada tahun 2016 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire memprogramkan program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang berada di tiga wilayah yakni untuk wilayah timur berada di Kelurahan Siriwini, wilayah tengah berada di Kelurahan Karang Tumaritis dan wilayah barat di Kelurahan Kalibobo.
Pada program RTK ini dapat dikhususkan bagi ibu hamil dan melahirkan yang beresiko tinggi, sehingga kini Dinkes dapat menyewakan rumah yang dijadikan RTK dan di RTK ini ada petugas bidang yang secara langsung ditugaskan khusus untuk membantu ibu-ibu hamil dan beresiko tinggi untuk dilayani selama beberapa hari sebelum ke rumah sakit untuk ditangani dokter spesialis.Demikian dikatakan Kepala Dinkes Nabire Yulian Agapa, A.Kp.,M.Kes, kepada Papuapos Nabire, Rabu (28/9), di ruang kerjanya seraya menambahkan, selama pasien ibu hamil dan melahirkan berada di RTK akan dilayani bidan yang bertugas secara medis maupun dilayani soal makan dan minumnya.Sehingga, untuk pasien ibu hamil dan melahirkan yang beresiko tinggi dapat dilayani sesuai tempat tinggal masing—masing, dimana untuk pasien ibu hamil dan melahirkan di bagian timur bisa langsung ke RTK di Siriwini, sedangkan pasien dari tengah bisa ke RTK Kartum dan pasien ibu hamil dan melahirkan beresiko tinggi bagian barat bisa ke RTK Kalibobo.Dan bagi ibu-ibu hamil dan melahirkan yang tidak beresiko tinggi silakan saja bisa langsung ke rumah sakit atau GSI Nabire untuk mendapatkan pertolongan disana. Sebab, menurutnya, program RTK ini dalam rangka menurunkan atau menekan angka kematian bagi ibu dan bayi, sehingga bagi ibu hamil dan melahirkan yang beresiko tinggi tinggal ke RTK dan disana pasti akan dilayani dengan baik.Karena menurut data dan penelitian Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahwa, dengan semakin kecil angka kematian bagi ibu dan bayi, berarti derajat kesehatan sebuah negara sudah sangat baik, dengan demikian pemerintah melalui Dinkes Nabire mengharapkan agar program RTK ini bisa ikut membantu menolong dan memperkecil tingkat resiko kematian bagi ibu hamil dan bayi. (des)
Bagikan artikel ini



