NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pertanian menyerahkan berbagai bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta sarana prasarana, sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan pengolahan hasil pertanian bagi para petani di Halaman Dinas Pertanian Nabire, Kamis (5/11/2026).

Bantuan yang diserahkan meliputi cultivator, power thresher, mesin babat, hand sprayer, pupuk urea, bibit jagung, benih cabai rawit, herbisida Supremo, pupuk NPK, hingga plastik mulsa.

Bantuan ini disalurkan kepada sejumlah kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Mamai Kampung Kimi, Kelompok Tani Maleo Kampung Topo Jaya, dan Kelompok Tani Dani Kampung Biha.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, menegaskan pembangunan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen semata.

“Pembangunan pertanian tidak hanya terkonsentrasi pada peningkatan produksi dan produktivitas, tetapi yang terpenting juga adalah bagaimana pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani,” ujar Yasor.

Ia menjelaskan, kegiatan ini diawali dengan Bimtek bagi para petani padi gogo dan bawang merah dari wilayah Topo, Lagari, Wami, serta Nabire yang telah dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026). Pemilihan komoditas padi gogo dinilai sangat cocok dengan karakteristik lahan di Nabire, sementara pengembangan bawang merah ditujukan untuk menekan laju inflasi daerah yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Surabaya dan Makassar.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2020 tentang Kelembagaan Petani, serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Nabire Tahun 2026. Penyerahan bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok tani Orang Asli Papua (OAP) guna mendorong kemandirian usaha dan kesejahteraan mereka.

“Kami juga merangkaikan kegiatan ini dengan pelatihan pengolahan hasil pertanian. Atas nama dinas, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati, Wakil Bupati Nabire, serta seluruh tamu undangan yang telah bersedia hadir,” pungkas Yasor Victor Sawo dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembekalan dan pelatihan pengoperasian alsintan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta bertahan lama. “Pelatihan ini sangat penting karena percuma diberikan jika tidak disertai pelatihan. Nanti orang bilang diterima tapi tidak terpakai, akhirnya ditaruh di rumah,” tegas Wabup.

Burhanuddin mengingatkan, peralatan pertanian sangat rentan mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan benar, terutama saat digunakan di medan yang berlumpur. Pihaknya mengapresiasi langkah cepat dinas pertanian yang memfasilitasi peningkatan efisiensi kerja para petani di lapangan.

Ia menggambarkan efisiensi penggunaan mesin pertanian dengan mengutip pernyataan Danramil setempat. Jika mengolah tanah secara manual menggunakan cangkul hanya menghasilkan beberapa bedeng dalam satu jam, penggunaan Alsintan sanggup mengolah sekitar 10 hingga 20 bedeng dalam durasi waktu yang sama.

Mengacu pada data daerah, produktivitas rata-rata pertanian di Kabupaten Nabire saat ini mencakup 2,042 ton per hektar untuk padi dan 1,977 ton per hektar untuk jagung.

Untuk meningkatkan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire telah merancang langkah strategis yang meliputi pengolahan lahan modern, pemupukan berimbang, penggunaan benih unggul, pemanfaatan Alsintan, pengendalian hama serta pembangunan jaringan irigasi yang memadai.

Wabup juga mengajak seluruh petani untuk meneladani semangat kerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong capaian swasembada pangan nasional.

Ia meminta para petani agar menjaga bantuan yang telah diterima dan tidak memperjualbelikannya kepada pihak lain.

“Pesan saya, jangan sampai barang ini pindah tangan atau dijual. Tolong diterima dengan baik sebagai anugerah dan berkas dari Tuhan, dijaga dan dirawat dengan baik,” tutur Burhanuddin mengingatkan.

Di akhir sambutannya, wakil bupati mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Nabire untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan menekan tingkat inflasi. “Jangan sampai hanya karena urusan cabai atau jagung, Nabire menjadi penyumbang inflasi,” tutupnya. (amd)