Buron Kakap MM Terus Diburu, Polisi Sita Senpi Rakitan dan Amunisi
Keberhasilan operasi ini dipaparkan langsung oleh Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad dalam konferensi pers di Mapolda Papua Tengah, Senin (28/9/2026).

DEIYAI – Perburuan terhadap buron kelas kakap berinisial MM kian memanas. Polres Deiyai terus mempersempit ruang gerak Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikenal licin tersebut. Dalam penggerebekan terbaru di Kampung Waitakotu, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, polisi berhasil membongkar gudang persenjataan rakitan dan puluhan amunisi aktif yang diduga kuat milik pelaku.
Meski MM berhasil lolos dari sergapan petugas saat digerebek pada Selasa (22/9/2026), polisi berhasil mengamankan satu pucuk senjata api rakitan, 20 butir amunisi kaliber 5.56 x 45 mm MUT-TJ, tiga bilah pisau, belasan anak panah, hingga komponen onderdil yang dimodifikasi.
Keberhasilan operasi ini dipaparkan langsung oleh Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad dalam konferensi pers di Mapolda Papua Tengah, Senin (28/9/2026). Konferensi pers tersebut didampingi oleh Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung dan Kasat Reskrim Polres Deiyai Iptu Jimmy Ayomi.
Kompol Sarifudin mengungkapkan bahwa MM bukan kriminal biasa. Ia merupakan dalang di balik serangkaian aksi teror dan kriminalitas yang meresahkan warga Deiyai.
“MM diduga kuat terlibat dalam sejumlah tindak pidana berat. Mulai dari aksi kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Pencurian dengan Kekerasan (Curas), pembakaran hingga kepemilikan senjata api ilegal. Setidaknya ada empat Laporan Polisi (LP) yang mencatat rekam jejak kejahatannya,” ungkap Sarifudin.
Penggerebekan di Kampung Waitakotu ini merupakan hasil pengembangan dari operasi sebelumnya pada 7 Juli 2026. Jika ditotal dari dua kali operasi pengepungan, korps bhayangkara telah menyita persenjataan yang cukup masif dari jaringan MM, meliputi 4 pucuk senjata api rakitan dan 1 pucuk senapan angin. 73 butir amunisi aktif berbagai jenis.
Selain itu, Atribut perlawanan: Baret dan bendera berlogo Bintang Kejora, serta satu body vest (rompi antipeluru). Alat komunikasi & Logistik: 4 unit Handy Talky (HT), satu teleskop senapan, senjata tajam serta dua unit sepeda motor—termasuk satu motor dinas milik PU Kabupaten Deiyai yang diduga hasil curian.
Walau target operasi berhasil melarikan diri sesaat sebelum ditangkap, Kapolres menegaskan pengejaran tidak akan pernah kendor. Polres Deiyai bersama jajaran Polda Papua Tengah berkomitmen penuh untuk menyeret MM ke meja hijau.
“Kami tidak akan berhenti. Kami meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Deiyai. Jika melihat atau mengetahui keberadaan pelaku, segera laporkan ke petugas. Informasi sekecil apa pun sangat berharga untuk menangkap DPO ini,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Kompol Sarifudin mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik maupun merasa terteror dengan adanya operasi perburuan ini. Aktivitas sehari-hari harus tetap berjalan normal karena aparat keamanan terus bersiaga menjaga kondusifitas wilayah.
“Menjaga keamanan adalah kerja sama kita bersama. Mari perkuat kemitraan antara masyarakat dan Polres Deiyai demi mewujudkan kehidupan yang nyaman, aman, dan tenteram di tanah Deiyai,” pungkasnya. (Humas Polda)
Bagikan artikel ini




