Baldus Rumbobiar : Mulai Hari Ini Marilah Kita Benahi Pasar di Lagari
NABIRE - Pada pertemuan dan rapat koordinasi antara Kantor Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Selasa (7/7), yang dipimpin Sekretaris Daerah K
NABIRE - Pada pertemuan dan rapat koordinasi antara Kantor Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Selasa (7/7), yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Daniel Maipon, S.STP dan dihadiri Kepala Dusun I Kampung Lagari Jaya, yang merupakan tokoh pembangunan di wilayah Distrik Makimi sekaligus perintis pembanguan pasar di Kampung Lagari Jaya.
Dihadapan Sekda Nabire dan juga Kepala Bapenda Kabupaten Nabire, Baldus Rumbobiar meminta agar Pemda dan dirinya mulai hari ini kita duduk bersama dan bicara serta benahi pasar.
Pada awalnya pasar di Kampung Lagari Jaya itu ibarat bangunan rumah–rumah kuburan, sehingga dengan inisiatif dan dana atau uang pribadi dirinya ingin bangun pasar yang layak pakai.
Sebab selama 26 tahun selaku pribadi menilai Pemda bersama instansi terkait telah gagal membangun pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga sebagai tokoh ia ingin membangun pasar sebagai pendapatan dan peningkatan ekonomi keluarga.
Dimana, Pemda dan instansi telah gagal dengan dua pasar, yakni pasar yang ada di SP Kampung Biha dan di ruas jalan masuk ke Kampung Lagari Jaya dan Kampung Biha yang hingga saat ini telah ditumbuhi pohon dan dipagari rumput.
Untuk itu, sebagai tokoh yang ada di kampung hanya meminta mulai saat ini Pemda bersama instansi terkait, marilah kita bicara dan benahi tiga pasar yang ada di wilayah Distrik Makimi.
Selaku tokoh kampung hanya mengambil kebijakan membangun pasar yang layak pakai, hanya ingin membuka kaca mata pemerintah daerah bersama instansi terkait, karena kita bicara pasar berarti bicara perut masyarakat Lagari khususnya.
Karena sudah sekian tahun Pemda bersama instansi terkait hanya menarik retribusi tanpa melihat pembangunan gedung yang layak, sehingga sebagai tokoh kecil di kampung punya hati dan jiwa untuk membangun pasar yang layak, bukan permanen.
Untuk itu, selau pribadi, Baldus Rumbobiar tidak ingin hasil retribusi dibagi dua dengannya, tetapi Pemda dan instansi terkait menghitung seluruh biaya pribadinya untuk pembangunan fisik pasar, Ruko dan penimbunan dan secepatnya gantikan biaya yang telah dikeluarkan.(des)
Bagikan artikel ini



